Assalamualaikum wr.wb
Nama : Regita Putri Cahyani
Kelas : 10 Iis 3
No Absen : 26
Asal Sekolah : SMAN 1 KAB.TANGERANG
Asal Sekolah : SMAN 1 KAB.TANGERANG
Mapel : Pendidikan Agama Islam
Guru Pembimbing : Ibu Rizka Susilawati. M.pd
Hari/Tanggal : Rabu, 06 November 2019
Wanita yang berhijab namun masih saja membicarakan keburukan orang lain
Assalamualaikum teman teman, ini blog kedua aku. Disini aku bakal ngejelasin tentang wanita yang berhijab tapi masih saja membicarakan keburukan orang lain. Jangan lupa di baca dan jangan lupa komen. Selamat membaca!
Sebelumnya ada yang tau ga sih ghibah itu apa? Nah jadi ghibah itu menyebutkan kejelekan orang lain disaat ia tidak ada saat pembicaraan.
Apasi hukum ghibah itu? Jadi ghibah itu diharamkan berdasarkan kesepakatan ulama. Ghibah termasuk dosa besar. Masalah ghibah kelihatannya adalah masalah sepele dan ringan, akan tetapi sebenarnya masalah ini adalah masalah yang sangat berat karena menyangkut kehormatan seseorang.
Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu dosa, dan jangan lah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. [al-Hujurat/49:12].
Lalu bagaimana jika sudah berhijab namun masih mengghibah? Hal ini merupakan salah satu alasan yang sering dikemukakan perempuam yang masih tutup buka hijab.
Namun tidak semua yang berhijab punya sifat semacam itu. Lantas kenapa ini jadi alasan untuk enggan berhijab?
Nah, mungkin kita sering mendengar sebagian dari saudari muslimah berpendapat dan mengatakan, "bukankah lebih baik saya memperbaiki diri dulu baru nanti berhijab,daripada sudah berhijab tetapi kelakuannya masih buruk?"
Untuk menanggapi pendapat dan pertanyaan-pertanyaan semacam ini kita harus memahami terlebih dahulu tentang apa yang telah Allah ta'ala syariatkan kepada seorang muslimah terkait hijab. Allah ta'ala telah dengan tegas memerintahkan muslimah untuk mengenakan hijab. Dalam kitab-nya Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Artinya: Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu,anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang Mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka!" yang demikian itu supaya mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang. [al-Ahzab/33:59]
Dari ayat diatas berhijab adalah suatu kewajiban bagi umat muslim terutama wanita masalah orang yang suka membicarakan orang lain adalah akhlak orangnya bukan jilbabnya,jadi kalau ada yang lebih baik tidak berjilbab tapi sopan aku pribadi sangat tidak setuju,karena sudah jelas berhijab itu hukumnya WAJIB.
"Lebih baik mana, muslimah yang berhijab tapi berkelakuan buruk, atau muslimah biasa tapi kelakuannya baik?"
Oke kembali pertanyaan ini aku ulangi ya, agar lebih jelas memaknainya. Poin kedua yang disinggung dalam pertanyaan tersebut adalah soal perilaku atau dalam kata lain adalah tentang akhlak. Maka sama dengan persoalan jilbab tersebut, kedudukan akhlak ini harus ditimbang secara adil melalui dalil.
Maka sesungguhnya mengajukan pertanyaan, "manakah muslimah yang berjilbab tapi berkelakuan buruk,atau muslimah biasa tak berjilbab tapi kelakuannya baik?". Nah pertanyaan ini saling membenturkan antara haq dan yang bathil. Berjilbab dan berakhlak baik adalah perintah Allah. Sedangkan meninggalkan jilbab dan berakhlak buruk adalah hal yang tidak disukai Allah. Semestinya semua hal ini harus dilakukan dan diamalkan secara bersamaan.
Oke guys jadi gitu penjelasannya, kurang lebihnya mohon dimaafkan karna kesempurnaan hanyalah milik Allah swt.
Assalamualaikum wr.wb

